Sabtu, 31 Maret 2012

SEJARAH BANTENG RAIDERS


SEJARAH BANTENG RAIDERS
SEJARAH KESATUAN BATALYON INFANTERI 400/RAIDER
401 BANTENG RAIDERS
Batalyon Infanteri 400/Raider yang berada di jalan setiabudi No 1 Srondol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah adalah Batalyon di bawah langsung Panglima Kodam IV/Diponegoro. Dan merupakan pasukan yang mempunyai kemampuan khusus yang latihannya degembleng di Pusdikpasus Kopasus.
Sejak berdirinya, batalyon ini sudah sebelas kali berganti nama. Bermula di bawah resimen, menjadi pasukan Dharma Putra Kostrad, sampai pernah batalyon ini akan dilikuidasi menjadi Parako yang sekarang Kopasus. Namun, meski sering berganti nama, jiwa Banteng Raiders masih terus tertanam.
Dari dahulu  Banteng Raiders disegani kawan maupun lawan, di buktikan dalam setiap pertandingan ataupun penugasan selalu mendapatkan hasil yang gemilang, namun sayang, batalyon ini kurang di perhatikan oleh TNI-AD di bandingkan teman seperjuangan dari satuan Kujang.
Mungkin karena sejarah kelam pada saat terjadinya G 30 S/PKI yang melibatkan  beberapa prajurit Banteng Raiders, sehingga kami merasa kurang diperhatikan. Namun kami prajurit Banteng Raiders tidak akan pernah turun semangat. Kami akan selalu berpedoman bahwa Pancasila dan NKRI adalah harga mati.
Sejarah adalah pengalaman yang berharga. Tanpa sejarah laksana makan tanpa garam, artinya tidak terasa, tidak ada maknanya. Meski sejarah ini hanya bagian kecil dari sejarah Bangsa Indonesia, namun mengingat pentingnya sejarah satuan ini dan upaya memelihara kebanggan, maka perlu kiranya rangkaian sejarah tersebut di bukukan guna menjaga kelestarian kebudayaan satuan untuk generasi mendatang, sehingga Yonif 400/Raider semakin solid dan mampu menghadapi tantangan tugas dimasa yang akan datang.

LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN

Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Negara RI telah diwarnai adanya pemberontakan-pemberontakan hampIr di seluruh persada, termasuk wilayah Jateng dan DIY, khususnya di wilayah Karesidenan banyumas dan Karesidenan Pekalongan, salah satunya oleh kelompok yang menamakan dirinya DI/TII. Sedangkan daerah yang menjadi aksi keganasan DI/TII meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan Sebagai basis gerombolan DI/TII di wilayah Gunung Gajah dan Gunung Semedo.
Dalam menghadapi merajalelanya pemberontakann DI/TII yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan berusaha mengubah dasar Negara kita menjadi Negara Islam, Maka TNI pada saat  itu mengirimkan pasukan untuk menumpas DI/TII, namun hasilnya kurang maksimal dengan adanya banyak korban di pihak TNI dan rakyat yang tidak berdosa. Penumpasan DI/TII yang di pimpin oleh Letnak Kolonel Sarbani di lanjutkan oleh Letnan Kolonel Bachrun, Tidak membuahkan hasil maksimal.

Setelah diserahkan kepada Letnan Kolonel Ahmad Yani ( YANG SEKARANG MENJADI PAHLAWAN REVOLUSI JENDRAL ANUMERTA AHMAD YANI ), yang bertugas sebagai Komandan BE-N SUB TERR-XII, beliau berfikir bagaimana caranya untuk menumpas DI/TII. Maka dibentuklah pasukan-pasukan kecil yang mempunyai daya  gempur, daya kejut, dan bermental baja. Mereka di bentuk dengan gemblengan yang keras, bagaimana agar bias menghadapi situasi sesulit apapun. Pasukan ini di namakan pasukan BANTENG RAIDERS dengan simbol KEPALA BANTENG, yang berarti apa bila terluka bukanya mundur, tetapi mangamuk bagaikan banteng yang terluka.
Operasi penumpasan DI/TII yang dinamakan Gerakan Banteng Nasional ( GBN ), yang komando operasinya bermarkas di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, ini berhasil dengan gemilang. Batalyon ini juga menjadi cikal bakal berdirinya KOPASUS.

DASAR PEMBENTUKAN

Pada tangal 21 mei 1952, berkat kreasi baru dari Letkol A.yani yang merupakan ekperimen dari 2 kompi bergerak secara kesatuan kecil dalam melaksanakan operasi2 membawa suatu keutungan dalam bertempur. Sedangkan 2 kompi tersebut merupakan satuan terpilih dari:
Kompi Banteng Raiders-1 di pimpin oleh kapten Pujadi, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 401/Rajawali pimpinan Kapten Oemarsaid.

Kompi Banteng Raiders-II dipimpin oleh Kapten Hadibroto, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 402/Banteng Loreng pimpinan Mayor Soerono.

Kedua kompi tersebut dilatih dalam Battle Training Centre ( BTC ) Bandungan Sumowono, selama 6 minggu ( Dasar Skep Pang Terr No. 32/b-4/D III/1952). Karena keberhasilan 2 kompi dalam melaksanakan Operasi Raid. Kemudian berdasarkan Skep Pangter Nomor 56/B-4/TT IV/1952 tanggal 2 agustus 1952, pasukan ini ditambah 2 Kompi yang merupakan prajurit pilihan yaitu:
Kompi Banteng Raiders-III di pimpin Kapten Sugiono, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 403/Pendowo pimpinan Mayor Soedarmo
Kompi Banteng Raiders-IV dipimpin oleh Kapten Idris, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 404/Cocor Merah pimpinan Kapten Purwoto.
Atas perintah Pangter IV untuk menambah 1 lagi Kompi Banteng Raiders-V dipimpin oleh lettu Ali Murtopo, yang diambil dari Batalyon 407/Apris pimpinan kapten Ngadimin.
Kompi Staf/Markas dipimpin oleh Karta Brata merupakan anggota pilihan dari batalyon 405/Singo Wereng, 406, dan Batalyon 407.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Terr IV nomor 5/B-4/ADJEN/4/1953 tanggal 23 Maret 1953. Bertempat di Balikota Tegal diresmikan Batalyon 431/BANTENG RAIDERS dengan motto/semboyan “ PANTANG MUNDUR”. Motto ini diberikan oleh Letkol Achmad Yani. Organisasi ini merupakan sandi ROI-I, sedangkan sebagai komandan batalyon ( Danyon ) pertama yaitu Kapten Hardoyo. Batalyon Banteng raiders pertama ini mendapat julukan BR I.

Selanjutnya anggota 431/BR yang di bentuk saat itu di ambil dari anggota-anggota pilihan dari seluruh kesatuan yang ada di daerah Teritorium IV dan langsung di latih serta di gembleng oleh Letkol A. Yani. Batalyon pada saat itu bernama BANTENG, karena di dalam melaksanakan operasi penumpasan DI/TII mengunakan gerakan-gerakan taktik nonkonvensional, yakni gerakan-gerakan RAID ( taktik ayam alas dan nyudung) dan berhasil sehingga batalyon ini sangat terkenal dengan nama BATALYON BANTENG RAIDERS. Boleh di katakan, Batayon inilah pelopor adanya satuan-satuan Raiders yang ada di Indonesia

Peremajaan Batalyon Infanteri 401/Banteng Raiders di mulai pada awal thun 1958, dengan menyaring kembali anggota BR I sebagai inti, dan tenaga tambahan di ambil dari tamtama remaja yang telah menempuh diklat di Depo 2, selanjutnya di latih BTC Sapta Arga yang berada di Purworejo Generasi ini disebut BR II dengan julukan Si Gudel ( anak Kerbau), karena mayoritas anggota belum pernah operasi. Pada awal tahun 1961, Batalyon banteng Raiders menempuh Kualifikasi Raiders di Bruno dan melanjutkan pendidikan Para, sehingga menjadi Yonif dengan Kualifikasi Para.

Sejak berdirinya, Batalyon Infanteri 400/Raiders mengalami pergantian nama sebagai Berikut:

a.         Tanggal 23 Maret 1953 bertempat di Balikota Tegal diresmikan Batalyon 431/BANTENG RAIDERS dengan motto/semboyan “PANTANG MUNDUR”. Motto/semboyan ini diberikan oleh Letkol Achmad Yani. Organisasi ini merupakan sandi ROI-I. Bersamaan upacara tersebut telah di lantik pejabat Wadanyon yang di jabat Kapten Hardoyo. Batalyon banteng pertama Ini mendapat julukan BR I.


b.         Tanggal 14 Mei 1958. Tentang perubahan menjadi Batalyon BR-II, dislokasi di Purwokerto.


c.         Tanggal 30 Oktober 1962 menjadi Batalyon 454/PB-2. Dislokasi Srondol, Semarang.


d.         Tanggal 17 Nopember 1965, tentang perubahan menjadi A/PARA. Dislokasi di Srondol Semarang.


e.         Tanggal 07 Februari 1966, Tentang perubahan menjadi Yonif 401/PARA BR Dislokasi di Srondol, Semarang.


f.          Tanggal 29 Agustus 1970, tentang perubahan nama menjadi Yonif Linud 401/BR ( Organik Kostrad). Dislokasi di Srondol, Semarang.

g.         Tanggal 10 September 1979. Tentang perubahan nama menjadi Yonif 401/PARA BR Dislokasi di Srondol, Semarang.

h.         Tanggal 27 februari 1985 menjadi yonif 401/BR. Dislokasi di Srondol, Semarang.

i.          Tanggal 19 April 1985. Tentang perubahan menjadi pasukan pemukul/PPRC Kodam IV/Diponegoro.


j.          Tahun 1987 mrnjadi Pasukan Mobil Kodam (PMK) Kodam IV/Diponegoro. Dislokasi di Srondol, Semarang.


k.         Tanggal 15 Desember 2003 tentang pembekuan 8 Satuan Yonif pemukul Kodam dan 2 satuan satuan Kostrad, serta pengesahan pembentukan 10 Batalyon Raiders di jajaran TNI-AD termasuk di dalam nya Yonif 401/Banteng Raiders di ubah menjadi Yonif 400/Raiders Kodam IV/Diponegoro. Dislokasi di Srondol, Semarang.


Atas prakarsa KASAD yang waktu itu di jabat Jendral TNI Ryamizard Ryacudu, untuk membentuk pasukan 10 Batalyon Raiders yang terdiri dari 8 yonif PMK masing masing kodam dan 2 Yonif Kostrad, pada bulan Juni dilaksanakan latihan Pra-Raiders di sekitaran Yonif 400/R selama 3 bulan. Dilanjutkan latihan Raiders mulai dari Paliyan, Gumung Kidul Komplek, sampai Cilacap

Berdasarkan surat keputusan  Kasad no SKEP/46/XII/2003 tanggal 15  desember 2003, yonif 401/BR dibekukan. Kemudian di ubah menjadi 400/Raiders.

'''PIMPINAN'''

Sejak mulai terbentuknya Batalyon Infanteri 431/Banteng Raiders pada tanggal 23 Maret 1953 sampai menjadi Batalyon Infanteri 400/Raider saat ini, sudah 34 komandan yang memimpin batalyon ini, dengan Letkol Inf Ahmad Yani sebagai Bapak Pendiri Banteng Raiders.

'''ADAPUN PEJABAT-PEJABAT BANTENG RAIDERS SEBAGAI BERIKUT :
'''



A. LETKOL INFANTERI AHMAD YANI PENDIRI TAHUN 1951-1953

B. KAPTEN INF HARDOYO DANYON I TAHUN 1953-1954

C. KAPTEN INF SUGIYONO DANYON 2 TAHUN 1954-1957

D. KAPTEN INF CIPTONO S DANYON 3 TAHUN 1957-1959

E. MAYOR INF YASIR HB DANYON KE 4 TAHUN 1959-1960

F. MAYOR INF SAHIRMAN DANYON KE 5 TAHUN 1960-1961

G. MAYOR INF EBRAM DANYON KE 6 TAHUN 1961-1963

H. MAYOR INF OENTOENG DANYON KE 7 TAHUN 1963-1964

I. MAYOR INF RW SUKIRNA DANYON KE 8 TAHUN 1964-1965

J. MAYOR INF MOERSIDIK DANYON KE 9 TAHUN 1965-1967

K. MAYOR INF RUDINI DANYON KE 10 TAHUN 1967-1970

L. MAYOR INF SUDARTO DANYON KE 11 TAHUN 1970-1972

M. MAYOR INF SUGIYARTO DANYON KE 12 TAHUN 1972-1974

N. MAYOR INF AMBAR S DANYON KE 13 TAHUN 1974-1978

O. MAYOR INF MARTONO DH DANYON KE 14 TAHUN 1978-1980

P. LETKOL INF SULYANA WH DANYON KE 15 TAHUN 1980-1982

Q. LETKOL INF J WAHYU DANYON KE 16 TAHUN 1982-1985

R. LETKOL ING DJOKO S DANYON KE 17 TAHUN 1985-1986

S. LETKOL INF D YUSUF L DANYON KE 18 TAHUN 1986-1988

T. MAYOR INF ZAENUDIN DANYON KE 19 TAHUN 1988-1988

U. LETKOL INF HARDIYANTO DANYON KE 20 TAHUN 1988-1990

V. LETKOL INF SUPIADIN DANYON KE 21 TAHUN 1990-1993

W. LETKOL INF HADI SUPENO DANYON KE 22 TAHUN 1993-1995

X. LETKOL INF HARRI PURDIANTO DANYON KE 23 TAHUN 1995-1997

Y. LETKOL INF SETYO SULARSO DANYON KE 24 TAHUN 1997-1999

Z. LETKOL INF SUKOSA MAKSUM DANYON KE 25 TAHUN 1999-2000

AA. LETKOL INF I MADE AGRA S DANYON KE 26 TAHUN 2000-2002

BB. LETKOL INF JOPPYE OW DANYON KE 27 TAHUN 2002-2003

CC. LETKOL INF M. NUR RAHMAD DANYON KE 28 TAHUN 2003-2005

DD. LETKOL INF JAMARIUS AE DANYON KE 29 TAHUN 2005-2007

EE. LETKOL INF KF SIREGAR DANYON KE 30 TAHUN 2007-2008

FF. LETKOL INF SACHONO DANYON KE 31 TAHUN 2008-2009

GG. LETKOL INF WIDI PRASETIJONO DANYON KE 32 TAHUN 2009-2010

HH. LETKOL INF HARZENI PAINE DANYON KE 33 TAHUN 2010-2011

II. LETKOL INF HERI SETIONO DANYON KE 34 TAHUN 2011 SAMPAI SEKARANG        

TUNGGUL TUNGGUL BATALYON

I.              TUNGGUL ANDINI

Berdasarkan surat keputusan pangdam VII dip no KPTSD/104/IX/1960 tagl 22 september 1960 ,terhitung mulai tgl 5 oktober 1960 di berikan tunggul yang pertama ANDINI, sebuah nama lembu jantan yang sangat keramat dan sakti milik batahara guru. ANDINI adalah lembu tunggangan atau kendaraan bagi batara guru, dewa pencipta hidup yang maha besar. Di takuti sebagai pemusnah hidup dan sebagai dewa pertapa.

Riwayat muasal ANDINI bagai raja andaka, yang maha nyakrawati di suatu tempat di pegunungan. ANDINI merupakan lembu yang dapat terbang di anggkasa, juga sekor lembu/andaka yang tekun dalam ulah tapa dan mampu melakukan anjali pada dewanya. Sifat-sifat utama lembu dewa yang sakti inilah yang di jadikan lambang kepribadian bagi yonif 401/BR, yang bermakna filosofi bahwa sebagai bayangkara negara wajib dengan gagah berani dan pantang mundur menghadapi segala mala petaka yang mengancam keselamatan Negara. Karena sebagai Bhayangkara Negara, wajib memiliki jiwa dan cita  cita yang luhur. Termasuk mampu menundukan nafsu anggkara murkanya dalam mengabdikan diri pada bangsa dan Negara.

II.            TUNGGUL JATAYU

Berdasarkan surat keputusan pangdam VII/Dip no KPTS/257/IX/1961, tanggal 20 September 1961, terhitung mulai tanggal 05 oktober 1961 menerima tunggul JATAYU, yang bisa di terangkan sebagai berikut :

1.    Sri Jatayu telah di beritahu oleh ayahnya ( pendeta Sakti ) bahwa putra dhosoroto, Raden Romom Witoiyo adalah titisan dari Batahara Wisnu.
2.    Dalam cerita Ramayana, pembelaan Sri JATAYU terhadap Sri Rama yang gagah dan gigih melawan angkara murka Prabu Rahwana, Raja Alengka Pura, mengakibatkan Sri Jatayu menderita Luka parah kehilangan 1 sayapnya hingga tinggal menunggu saat gugur. Dalam penderitaan,   Srijatayu terhadap mempertahankan hidupnya. Ia tidak menghembuskan nafas penghabisannya sebelum dapat menyampaikan laporan kepada Rama Wijaya tantang peristiwa yang perlu di rintis dalam perjaungan selanjunya. Hal ini mengambarkan betapa besar kesetiaan pada Nusa dan Bangsa, yang di kandung prajurit, hingga hembusan nafas penghabisan.
3.    Arti warna tunggul JATAYU

a.    Pita
Sifat:         merupakan pita tertunggal yang pada kedua ujungnya melipat cekung ke muka ( membuka).
Arti:           selalu bersifat menengadah kepad yang maha ESA (JAWAMANGUSWO/SUMUNGKEM/TANSAH MATRAPAKE SEMBAH MARANG GUSTINE).
b.    Bokor sesaji
Sifat:         biasanya berisikan bunga2 ( kembang setaman) berwarna hitam.
Arti :          sesaji maksudnya leladi. Hitam maksudnya langgeng/tulus.
Jadi arti seluruhnya Leladi atau berbakti yang tulus untuk nusa dan bangsanya.
c.    Kangkung tirto
Sifat:
1.    Tumbuhan yang hidup di dua alam, yaitu tanah dan air
2.    Melilit/menjalar dan pada ujungnya melemgkung kedalam ( ukel minang kara)
3.    Jenis tumbuhan yang menjalar, mudah hidup sendiri sekalipun terputus2.
4.    Jenis tumbuhan yang tangkai/ dahannya kosong tidak berisi ( 0 )
Arti:
1.    Dapat menyesuaikan diri dalam suasana alam atau masyarakat dimanapun.
2.    Cepat dalam kerja bahktinya, sedangkan ukel minangkara yang berwujud rendah bagian  muka dan tinggi bagian belakangnya mengandung maksud harus selalu waspada dan mampu menelaah segala tinggi rendahnya persoalan ( JAWA : ngerti marang endek duwuring sangkan parang ).
3.    Dapat hidup yang mandireng (Zelis tanding ).
4.    Memepertinggi amal karanya yang hampa akan rasa kepemilikan sesuatu.
d.    Cempaka mulia
Sifat:
1.    Bunga menghias taman ( pepasren).
2.    Harum/sedap baunya luar dalam ( gondo arum).

Arti:
1.    Selalu dapat menunjukan ketinggian budi dan dapat mendapatkan fungsi pribadinya didalam masyarakat.
2.    Budi luhur, ynag mewujudkan pada lahir serta batinnya.
e.    Makara
Terdiri dari lukisan pita, bokor, sesaji, kangkung tirto, dan cempaka mulia.
Sifat: berbentuk suatu kepala raksasa/denawa.
Arti: selalu dapat menguasai rasa nafsu anggkara dan kemurkaan.
f.      Bintang
Sifat : benda alam, menghias angkasaraya dam menjadi petunjuk iklim.
Arti: mampu menjadi sauri tahuladan dalam fungsinya sebagai tulang punggung masyarakat. Mampu menjadi petujuk jalan.
g.    Tata warna
1.    Kuning :
-          Jaya dan bercita2 luhur.
-          Jiwa yang bergaya hidup.
-          Keteguhan iman dan berbudi luhur.
2.    Putih :
Suci, jujur dan adil dalam segala tindak.
3.    Hijau :
-          Keadaan alam ( medan) diman angkatan darat  secra umum melaksanakan tugas pengabdiannya.
-          Kesuburan persada bumi Indonesia dimana Anggkatan Darat di lahirkan, hidup, dibesarkan, dan berpijak.
-          Kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia adalah cita2 setiap prajurit.
-          Kesegaran jiwa prajurit dalam pengabdiannya terhadap cita2 dan tanah air.
4.    Hitam :
-          Tegak dan tawakal ( langgeng/sempurna ).
-          Tegak, teguh, dan tenang.
-          Hening, eling, dan waspada.
-          Sentosa lahir dan batinnya.
5.    Merah:
-          Suaday jiwa prajurit ynag gagah berani dan bertanggung jawab.
-          Kesanggupan dan kesediaan untuk berbakti dan berkurban.
-          Tegas dan bijaksana.


III.           TUNGGUL RAIDERS

Berdasarkan Surat Keputusan KASAD NO SKEP/46/XII/2003tanggal 15 Desember 2003 tentang pembekuan 8 satuan yonif pemukul Kodam dan 2 satuan yonif kostrad, serta pengesahan pembentukan 10 satuan Yonif Raiders di jajaran TNI AD, termasuk di dalam nya Yonif 401/Banteng Raiders berubah menjadi Yonif 400/Raiders dan pemberian tungggul baru RAIDER.

1.    Makna lambing satuan
Tunggul batalyon infanteri 400/raiders terdiri dari kepala tunggul dan bendera tunggul yang bernama RAIDERS, dengan warna dasar hijau lumut  dan terdapat lambang Kartika Eka Paksi, tulisan Batalyon Infanteri 400/Raiders, sebuah perisai berlatar belakang merah putih, dan terdapat petir dan sangkur emas serta bertuliskan CEPAT SENYAP TEPAT yang dapat di artikan sebagai berikut:
a.    Warna hijau lumut yang mengandung arti keadaan alam persada bumi Indonesia dengan kemakmuran dan kesejahteraan, menjadi cita2 setiap Prajuruit Raider dimanapun berada dan bertugas.
b.    Kartika Eka Paksi merupakan lambang dari TNI AD dimana 10 Batalyon Raiders merupakan Kesatuan andalan AD.
c.    Perisai dengan petir dan pisau berwarna Emas mengandung makna sebagai berikut:
1.    Perisai berlatar belakang warna bendera merah putih mengandung makna bahwa setiap Prajurit Raiders selalu siap sedia sebagai benteng terdepan untuk mempertahankan tetap tegaknya NKRI.
2.    Petir dengan berwarna dasar emas mengandung makna bahwa Prajurit Raiders dengan kemampuan dan ketangkasan yang di miliknya mampu bertindak cepat dengan sasaran terpilih dan pendadakan.
3.    Pisau dengan warna dasar emas mengandung makna sebagai berikut:
1.    Mencerminkan ketajaman berolah pikir dan berolah yuda yang menjadi ciri khas Prajurit Raiders
2.    Tanpa mengunakan senjata yang modern, Prajurit Raiders mampu mendekati, memilih, dan menghancurkan sasaran.
3.    Tulisan “CEPAT SENYAP TEPAT” merupakan semboyan Prajurit Raiders yang mengambarkan seorang Prajurit Raiders harus dab dapat bergerak cepat dengan senyap untuk mendekati sasaran dan tepat pada sasaran yang di tuju.
2.    Bendera perang satuan
Angka 401, senjata silang, dan warna dasar bendera hijau/merah.
Angka 401 merupakan angka bagi satuan 401 banteng raiders, sedangkan senjata silang melambangkan satuan infantri di tubuh TNI AD.
a.    Warna hijau melambangkan:
1.    Keadaan alam ( medan ) dimana Anggkatan Darat pada umum nya melaksanakan tugas pengabdiannya.
2.    Kesuburan persada bumi Indonesia diman AD di lahirkan, hidup., dibesarkan, dan berpijak.
3.    Kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia adalah cita2 setiap Prajurit.
4.    Kesegaran jiwa Prajurit dalam pengabdiannya terhadap cita2 dan tanah air.
b.    Warna merah melambangkan :
1.    Swadaya jiwa Prajurit yang gagah berani dan bertanggung jawab.
2.    Kesanggupan dan kesediaan untuk berbakti dan berkorban.
3.    Tegas dan bijaksana.
c.    Sangkur terhunus dan granat tangan yang di gemgam erat oleh kedua tangan dilatar belakangi helm baja  berwarna dasar putih mengandung makna bahwa prajurit 401 BR memiliki ketajaman dan kedahsyatan dalam bertindak untuk mencapai kemenangan dalam setiap pertempuran yang di tunjukkan dengan kesucian, kejujuran, dan keadilan dalam mengemban setiap tugas dengan tekat membaja dan pantang menyerah demi ke utuhan NKRI.
d.    Sesanti, “ Hing Ngarso Musana Yudha “ yang mengandung arti, dengan kemauan yang kuat dengan di landasi iman akan selalu maju terus pantang mundur sebelum memenagkan suatu pertempuran.

SEMBOYAN SEMBOYAN PRAJURIT RAIDERS

Guna menambah semangat dan mengobarkan jiwa korsa antar Prajurit, maka satuan Yonif 400/R mengunakan semboyan-semboyannya yang dapat membangkitkan kecintaan dan kebanggan terhadap satuan.
1.    HANGOLONG TEKAT WIWARANING DJURIT
Semboyan ini terdapat pada kepala panji dimana dilukiskan tahun sangkalan ( surya sangkolo).
a.    Golong mempunyai watak 1
b.    Tekat mempunya watak 6
c.    Wiworo mempunyai watak 9
d.    Djurit mempunyai watak 1

Suatu pencatatan tahun dimana yon Banteng Raiders di bentuk menjadi Batalyon para caduad pada tahun 1961 yang mengandung arti, setiap Prajurit mempunyai gegebengan tekat 1, yaitu setia terhadap nusa dan bangsa sampai hembusan nafas terakhir.

2.    LIMA PRINSIP PRAJURIT BANTENG RAIDERS.
Adapun lima prinsip prajurit banteng raiders tersebut sebagai berikut:
a.    Harus berani dan tabah bertempur dalam jarak dekat
b.    Harus dapat muncul dengan tiba2 di daerah lawan
c.    Berani bertempur dengan kelompok kecil dan pantang mundur
d.    Pelihara kontak kejar dan hancurkan
e.    Harus selalu dapat merebut persenjataan  musuh.
3.    PANTANG MUNDUR
Semboyan ini di berikan oleh letkol Inf Achmad Yani sebagai bapak pendiri BR yang mempunya arti bahwa setiap Prajurit Banteng Raiders. Tidak mengenal menyerah dan tidak pernah mundur dalam menghadapi setiap tantangan dan harus mencapai setiap sasaran yang di tuju .
4.    BANTENG RAIDERS, PANTANG MUNDUR.
Semboyan ini di gunaklan untuk salam atau penghormatan antar Prajurit Banteng Raiders dalam satuan pemberi salam /hormat mengucapkan “ Banteng Raiders ” yang menerima /,membalas mengucapkan “ Pantang mundur “.
5.    CEPAT SENYAP TEPAT.
Semboyan Prajurit Raiders yang mengambarkan seorang Prajuris Raiders harus dapat bergerak cepat, sehingga mempunya daya kejut dengan senyap tanpa di ketahui oleh musuh untuk mendekati sasaran, dan tepat pada sasaran yang di tuju.


PATUNG MOTIFASI PRAJURI BANTENG RAIDERS
MAKNA DAN ARTI

            Patung motifasi yang di buat atas prakarsa Danyonif 401/BR ke-18 letkol Inf Djawas Yusuf NRP 23605 yang di resmikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Setiana pada tanggal 19 April 1988, merupakan bentuk perwujudan replika prjurit Banteng Raiders yang mampu menumbuhkan jiwa motifasi bagi prjurit Banteng Raiders yang melihat dengan hati nuraninya
            Ide ini pun di dukung sepenuhnya oleh Prof Boedi Santoso, seorang Intelektual sipil yang berjiwa Banteng Raiders dalam membela nusa dan bangsa
            Patung motifasi ini adalah bentuk nyata dari seorang prajurit Banteng Raiders atas nama PRATU SUNAWAN PUTRA JAYA yang merupakan prototipe prajurit Banteng Raiders sejati yang mempunya otot kawat balung besi,dalam artian mampu menghadapi segala tantangan dan rintangan.

Adapun makna yang terkandung dalam patung motifasi ini adalah :
1.    Dengan bentuk patung yang sempurna seorang prajurit yang berteriak dengan penuh semangat, dengan sikap kuda-kuda kiri depan berpakaian PDLT, beratribut lengkap sesuai dengan kualifikasinya, mengandung makna bahwa prajurit Banteng Raiders selalu siap sedia untuk mendarmabaktikan jiwa dan raganya dengan kemantapan hati demi tegaknya NKRI.
2.    Tangan kanan mengangkat senjata di atas kepala mengandung makna bahwa prajurit Banteng Raiders memiliki ketrampilan yang handal dalam pertempuran, dengan selalu mengasah kemampuan kemampuan yang di miliki agar dapat menyatu dengan alat yang di miliki pemiliknya.
3.    Tangan kiri memegang tunggul bendera JATAYU, mengandung makna bahwa prajurit Banteng Raiders selalu menjunjung tinggi panji-panji satuan dalam melaksanakn tugas dimanapun berada dan akan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk tetep mempertahankan nama besar Banteng Raiders.
4.    Arti dari tunggul jatayu sendiri sudah kita jelaskan di bagian lambang Satuan. Dalam hal ini mengambarkan betapa besarnya kesetiaan kepada kesatuan, juga bangsa dan negara
5.    Bebatuan sebagai alas berdirinya patung motifasi mengandung makna bahwa setiap tugas yang di bebankan akan banyak menghadapi rintangan dan hambatan. Degan demikian diharapkan setiap prajurit Banteng Raiders mampu bertindak secara profesional dalam menghadapi tugas seberat apapun
6.    Patung yang berdiri diatas pondasi putih berbentuk segi empat dengan bertuliskan nama-nama prajurit banteng Raiders yang telah gugur dalam mendharmabaktikan untuk bangsa dan negara. Makna yang di ambil bahwa untuk menjadi prajurit Banteng Raiders harus selalu siap mengorbankan jiwa dan raga untuk nusa dan bangsa demi ke utuhan NKRI.
7.    Batu prasasti di bawah patung bertuliskan “ YONIF 401 SATUAN PEMUKUL KODAM TUNJUKKAN KEMAMPUANMU ITU” mengandung makna bahwa Prajurir banteng Raiders dalam tugas apapun harus memberikan yang terbaik demi kejayaan Banteng Raiders.

TUGAS TUGAS OPERASI

PENUGASAN DALAM NEGRI

Tujuan di bentuk nya batalyon 400/Raiders adalah menjaga kedaulatan bangsa dan negara, menjaga persatuan dan kesatuan, serta melindungi segenap bangsa dan negara dan tumpah darah. Pengabdian dan penugasan yang dilakukan Yonif  400/Raiders mengikuti perkembangan keamanan yang terjadi di Indonesia.

            Yonif 400/R selalu di libatkan dalam operasi-operasi penting bagi negara dan bangsa, baik di dalam maupun di luar negri, guna menjaga NKRI dan menjalan kan tugas sebagai prajurit TNI yang telah di atur dalam undang-undang. Selain mengabdikan diri dan berprestasi dalam penugasan operasi, Yonif 400/R juga di tuntut dapat berprestasi dalam bidang lainnya.

1.    Batalyon Banteng Raiders dalam operasi GBN
Yon BR ini mengalami debut yang pertama di daerah Cipelem, dimana lebih dari seratus mayat pasukan DI/TII tertinggal di sawah-sawah dan kebun tebu di daerah tersebut. Selama melakukan operasi GBN tersebut, prinsip-prinsip yang di pegang tegudh oleh segenap anggota Pasukan Banteng raideras adalah :
1.    Harus berani dan tabah bertempur dalam jarak dekat
2.    Harus dapat muncul dengan tiba2 di daerah lawan
3.    Berani bertempur dengan kelompok kecil dan pantang mundur
4.    Pelihara kontak kejar dan hancurkan
5.    Harus selalu dapat merebut persenjataan  musuh.
( keterangan tertulis oleh Lekol A. Agusno ).

Hal tersebut menjadi prinsip dan melekat pada jiwa seluruh Prajurit Banteng Raiders yang di kenal dengan sebutan 5 PRINSIP PRAJURIT BANTENG RAIDERS
Operasi GBN mengunakan taktik Nyudung dan Ayam alas
Dengan penempatan pasukan Banteng Raiders di seluruh sektor GBN dan dalam masyarakat dan dengan taktik-taktik taktik Nyudung dan Ayam alas maka TNI-AD di daerah GBN menjadi bersemangat kembali. Kewibawaan pemerintah pun menjadi kuat kembali.

Bukti ini berupa pengunaan pasukan Banteng Raiders di seluruh sektor tangguh dalam menghadapi DI/TII, di kenal sebagai daerah peristiwa-peristiwa pertempuran sengit,, seperti
a.    Pertempuran di KUBANG SURUH, 09 Oktober 1952.
b.    Pertempuran di CIPELEM, 5-6 Oktober 1952.
c.    Pertempuran di BATAR KAWUNG, 04 Agustus 1953
d.    Pertempuran di WATU GENI komplek, 13 November 1953
e.    Pertempuran PAGAYUNGAN komplek 14 November 1953.
f.      Pertempuran di SUMEDO 17 November 1953, serta masih banyak lagi.

Khususnya mengenai pertempuran di Sumedo komplek dapat di jabarkan Sumedo Komplek merupakan basis DI/TII, yang bermarkas di gunung Sumedo

Pelaksanaan perebutannya dengan mendapat bantuan dari TNI AU maupum bantuan tambahan dari ARMED, maka benteng pertahanan Sumedo dapat di hancurkan. Jatuhnya pertahanan Sumedo ini melemahkan gerombolan DI/TII, bahkan letnan Yuslan Eks yon 426 gugur pertempuran ini.

Kehancuran markas Sumedo, yang terletak di sebelah selatan kota Tegal ini, menyebabkan mereka memindahkan konsentrasi kekuatan di daerah Kubang Suruh yang terletak di sebelah barat daya Tegal. Namun konsentrasi pasukan yang tinggal 800 orang gerombolan dapat di hancurkan oleh pasukan Banteng Raiders di bawah pimpinan GBN letkol akhmad Yani pada 17 Nopember  1953, akibat penghancuran Sumedo ini, di piahk Banteng Raiders seorang gugur dan 21 luka-luka, sedang dari pihak gerombolan, 24 orangg di tembak mati, 6 pucuk senjata di rampas dan 75 gubuk pertahanan mereka di bakar. Untuk lebih mengintensifkan penumpasan gerombolan DI/TII serta membendeng usaha-usaha ekspansi ke timur yang mereka rencanakan, Panglima Divisi Diponegoro Ltkol M. Bachrun menerbitkan Surat keputusan no A-%$/Kpts/IV/1954 tanggal 36b mei 1954 yang berisikan rencana peningkatan operasi yang di kenal sebagai OPERASI GUNTUR, bahkan, letkol A Yani langsung mengatur siasat

Di bentuknya BR baruu yang terdiri dari Yon-2 Infanteri daru resimen 2 Infanteri 12,13,14,15 kemudian Yon 436 banteng Raiders dilikuidasi menjadi Yon.Grup 3 Parako, dan Yon 444 Banteng Raiders menjadi Yon/Grup 2 Parako perlu di ketahui bahwa cikal bakal Kopasus berasal dari Banteng Raiders dan sebagian Kujang.

Setelah operasi Guntur di nyatakan selesai bulan mei-september 1954, Komando GBH yang merupakan daerah sentral GBN sekaligus daerah minus, mengakibatkan mereka mengalami kelaparan, dalam ops Buntur ini TNI mengerahkan pasukan-pasukan-kecil terpilih, namin dapat menjamin mobilitas dan daya tempur besar. Inilah fungsi dan kegunaan pasukan pengempur Banteng Raiders, gerakan operasi pasukan BR ternyata menimbulkan efek yang di segani lawan, juga di kalangan pasukan pendukung lainnya ( buku pemberontakan DI/TII Jawa Tengah dan penumpasannya, Dinas Sejarah TNI-AD tahun 1974, hal 233 )

Adapun korban dalam operasi GBN penumpasan DI/TII sebagai berikut:
a.    Letda m.yusuf
b.    Pratu Tarjo
c.    Sersan Samponga YF
d.    Sersan Markiswan
e.    Kopral Boenarso
f.      Kopral Sardji
g.    Sersan Muh Narso
h.    Kopral Soetarno
i.      Pratu Nasimin
j.      Sersan Slamet
k.    Pratu Eljas
l.      Pratu Rasmud
m.   Kopral Idris
n.    Kopral Bejo
o.    Pratu Subadri
p.    Pratu margono
q.    Pratu kasmari
r.     Pratu Jacoeb
s.    Pratu Koeswadi
t.      Pratu Oerip
u.    Pratu Rustam
v.     Pratu Margono
w.   Kopral Tardjoeki
x.     Pratu Noerji
y.     Pratu Soewarto
z.     Kopral Suharjo

2.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI PENUMPASAN PRRI

Pada Agustus 1958, Yon Banteng Raiders II ditugaskan ke daerah Sumatra barat untuk menghancurkan pemberontakan PRRI. Untuk operasi ini, BR Iebih di kenal sebagai si GUDEL ( anak kerbau ) dikarenakan anggota-anggotanya adalah tamtama yang baru lulus dari pendidikan Caper/Catam Werving tahun 1958 dan “ Tanduknya belum tumbuh”

Peristiwa-peristiwa pertempuran sengit yang di alami di Sumatra barat ( Kodam II/17 AG ) antaranya :
1.    Pertempuran di Sungai Penuh, 13 September 1958.
2.    Pertempuran di Pasaman, 10 Mei 1959
3.    Pertempuran di Lubang Besung, 9 Maret 1960
4.    Pertempuran di Lintau, 27 maret 1960
5.    Pertempuran di Balai selasa, 11 April 1960.
6.    Pertempuran di kota Tinggi, 30 juli 1960.
Dalam operasi Tegas ini, batalyon Banteng Raiders mengalami Airbone- Operasi yang pertama, dengan Air Lift dari seluruh batalyon dari Tanjung Pinang Pekan Baru. Selanjutnya BR mengadakan Long Mars dari Pekan Baru menuju Sawah Lunto, yang di lalui dengan pertempuran-pertempuran hebat di Lubuk Jambi Batang Karing, Tanjung Gadang, Tanjung Benai.

Setelah itu Yon BR 1 bertugas sebagai Yon Cadangan Komando Ops 17b  Agustus. Pertempuran hebat yang di cacat adalah pembebasan Kuranji yang di pimpin Oleh Kolonel A Yani sebagai Den Kopag. Ucapa beliau yang termansyur adalah “ HANCURKAN MUSUH ATAU NAMAMU AJA YANG KEMBALI”.


Penumpasan dan penghancuran PPRI selama hampir 2 tahun ini berhasil baik meski Yon BR II harus kehilangan 21 anggota yang gugur sebagai kusuma bangsa.

3.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI TRIKORA

Dalam rangka Trikora atau pembebasan Irian Barat dari penjajah belanda pada februari 1962, 2 Kompi ini di teterjunkan ke daerah kaiman dan Fakfak. Dikalangan anggota memyebutnya sebagai GERILYAWAN PAYUNG.

Karena memuncaknya tugas-tugas Trikora dan guna mengandakan konfrontasi fisik terhadap pasukan penduduk belanda di Irian Barat, maka pada juli 1962 seluruh Yon Banteng Raiders di berangkatkan tugas ke daerah Mandala yang tepatnya di ambon, Letivan, dan pulau-pulau Kai kecil.

Untuk membantu moril bagi 2 kompi yang telah di terjunkan terdahulu di daerah Irian Barat, dikirimlah 1 kompi lewat penerjunan di daerah Manokwari dan Merauke. Pada desember 1962, Kesatuan BR  yang telah di-BP-kan kepada Brigade 3 para Mandala ditarik kembali kepangkalan sedangkan 3 kompi senapan kembali ke pangkalan pada April 1963.
Operasi Trikora membawa nama harum Walau batalyon Banteng Raiders harus kehilangan 45 orang anggota yang gugur sebagai kusuma bangsa.

4.    BATALYON  BANTENG RAIDERS   DALAM  OPERASI PENUMPASAN G 30 S/PKI JAKARTA RAYA DAN TAWA TENGAH.

Sejararah adalah fakta yang tertulis dan tidak mungkin bisa di hilangkan. Sejarah juga mengalami pasang surut. Demikian pula dengan Bantalyon Infanteri banteng Raiders sekembalinya dari Operasi Trikora, memasuki 1965, batalyon Banteng Raiders melakukan konsulidasi ke dalam dan mempersiapkan untuk tugas Dwikora. Dalam masa konsolidasi inilah unsur-unsur Subversi/PKI menyusup ke dalam anggota Banteng Raiders dan merupakan titik hitam yang tak akan terlupakan oleh setiap warga KORPS BANTENG RAIDERS. Unsur Subversi/PKI dengan tipu muslihat, agitasi, serta propagandanya melalui beberapa gelintir manusia, tega dan sampai hati menjual keharuman kesatuan Banteng Raiders serta menjerumuskan ke dalam petualangan G30S/PKI. Namun Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi yang benar dan menghancurkan yang batil. Barter gelap yang di lakukan antara gelintir manusia Banteng Raiders dengan G30S/PKI mengalami kegagalan. Namun karena sebab itulah Banteng Raiders mempunya goresan tinta hitam yang kelam sehingga kami anggota Banteng Raiders merasa kurang di perhatikan.

Dugaan kaum G30S/PKI bahwa Banteng Raiders Kodam VII/Diponegoro akan membantunya adalah meleset sama sekali. Tuhan telah memberikan jalan terang melalui sebagian besar anggota Banteng Raiders untuk kembali tetap menjadi TNI yang berpegang teguh kepada Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, serta tetap setia kepada pancasila. Maka kembalilah sebagian besar anggota Banteng Raiders yang di terima langsung oleh Panglima Kostrad Mayjen Suharto di istora senayan Jakarta. Namun ada sebagian kecil anggota BR yang tetap memilih ke jalan nya karena Iming-Iming jabatan dan kemulyaan.. bahkan sejak timbulnya peristiwa pemberontakan G30S/PKI, kesatuan Banteng Raiders turut gigih menumpas G30S/PKI melalui :
a.    Operasi JAYA TUMPAS di Jakarta Kota.
b.    Operasi JAYA BERSIH di Jakarta Kota dan sekitarnya
c.    Operasi Wibawa di jakarta dengan hasil gemilang.

Pada tanggal 22 Nopember 1965, Yon BR kembali ke pangkalan Srondol Semarang untuk ikut serta dalam operasi-operasi pemulihan keamanan bersama-sama rakyat yang Pancasilais di daerah Kodam VII/Diponegoro

Setelah melaksanakan operasi penumpasan dan penghancuran G30S/PKI Yon BR kembali ke basis. Walau begitu, pembersihan diri secara internal terus di lakukan, mengingat kader-kader PKI dan kaki tangannya yang di selundupkan dalam satuan BR belum terkikis habis. Satu persatu mereka berhasil di ungkap dan lagsung di serahkan kepada Laksuda Jateng.

Memang sesuatu tidak lagi kelihatan kompak, bahkan cenderung saling mencurugai. Berkat tindakan tegas pimpinan dan Pangdam VII/Diponegoro, Yon BR telah dinyatakan bersih dari sisa-sisa  G30S/PKI. Selama operasi penumpasan dan penghancuran G30S/PKI, Yon BR berstatus BP Kostrad/Dharma Putra. Peremajaan dan pengisian personel terus di laksanakan walau tidak banyak tetapi ada.

Pada maret 1969, yon BR yang sudah kualifikasi para yang semula Kodam VII/Diponegoro di alihkan menjadi Kostrad/Dharma Putra menjadi pasukan Linud ( Lintas Udara ). Karena setatus inilah, maka seluruh anggota Yon BR terus menerus meng-upgrade ke hal-hal kelintas udaraan. Selanjutnya mengadakan penyesuaian perubahan organisasi ROI-64 menjadi Yon ROI-73
Pada Desember 1973, status Yon BR yang organik Kostrad dan berdiri sendiri ( BS ) dimasukkan ke dalam Brigif Linud 18/Trisula yang kedudukan mako Brignya di Malang. Pada masa antara tahun 1973 s-d 1975 penuh dengan latihan-latihan ( Ops Linud, Ops Gab, dan lain-lain ), maupun reformasi dan regrupping.
5.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-1 TIMOR TIMUR
Perintah pendahukuan da dapat secara rahasia yang di sampaikan oleh AS-2/KAS Kostrad pada 17 agustus 1975, yang selajutnya di perkuat adanya nota Rahasia dari Kas Brigif Linud 18/Trisula yang de terima pada 27 agustus 1975. Dari jalur kedinasan KOANG DAM VII/DIPONEGORO juga telah mempersiapkan kendaraan truk untuk sewaktu-waktu digunakan. Menyusul perlengkapan/perbekalan yang akan di gunakan Ops tersebut

Pada tanggal 24 September 1975, dan Satgas “A”(Dilli) di sertai oleh Staf-4-nya memberikaan brifeng Rencana Operasi Seroja no 04 yang kala waktu itu masih dikodekan dengan nama “LATGABWIBAWA VII”. Setelah didiskusikan bersama, tercapailah satu kesepakatan tentang rencana Operasi secara menyeluruh beserta pengembangannya.

Pada tanggal 2 Desember 1975 diterima berita pemerintah berkumpul di mako Brigif 18/TRS Malang. Seluyuh Komandan Batalyon serta Sekasi dan 1 orang komandan Kompi, pada tanggal 3 Desember 1975 bersama-sama dengan satuan lain dalam Brigif Linud 18/TRS merima Printah Operasi Seroja di mana Brigif 18/TRS sebagai satgas “A” merebut Kota Dilli ( Timor-Timur) dan batalyon Banteng Raiders di tugaskan sebagai eselon pertama ( serbuan) merebut dan mengamankan lapangan terbang Dilli, segala sesuatunya, termasuk kekuatan personelnya diatur secara tergesa-gesa, berhubung terbatasnya waktu dimana tanggal 5 Desember 1975 harus sudah berada di Lanumad Iswahyudi di Madiun. Tanggal 5 Desember 1975 berangkat ke tempat Marshailing Area dan pada 5 desember 1975, pukul 20.00 WIB menerima Perintah Operasi dari Brigif 18/TRS yang intinya batalyon Banteng Raiders sebagai cadangan daam rangka perebutan Kota Dilli.

Ternyata apa yang telah direncanakaan semula, tanggal 3 Desember 1975 telah berubah sama sekali, batalyon B menjadi Unsur cadangan. Gelombang demi gelombang pasukan disiapkan untuk Operasi penyerbua udara diberangkatkan dengan pesawat udara militer (AU-HERKULES dan GIA FOKER 28).

Hari H minggu, 6 Desember 1975 terlaksana, tetapi tidak sesuai dengan  terakhir. Pada tanggal tersebut Bantalyon Banteng Raiders telah siap dilapangan Benfui (Kupang) sejak tiba dentan pesawat Foker 28 dan baru ada perintah untuk di tampung di Kupang pada pukul 14.00 (RDG POSKOPAN HANKAM). Seluruh Batalyon di tampung dalam rumah-rumah Rumbia yang telah di siapkan. Selebihnya di tenda-tenda yang secara mendadak dipersiapkan oleh anggota-anggota.

Maka pada tanggal 7 Desember 1975, Komandan batalyon Banteng  menerima perintah dai KO GASGAB melalui AS-!/HANKAM mayjen Beni Moerdaani Untuk ikut dalam serbuan saatgas “B” ( status BP) untuk merebut laapangan terbang Baucau.selanjutnya persiapan dan kordinasi denga AU maupun satuan-satuan lain dilakukan. Dan Brigiof Linud 17/Kujang-1 ditunjuk sebagai Dansatgas “B”.

Pada tanggak 9 Desember 1975, rencana serbuan udara di baucau di undur menjadi tanggal 10 Desember 1975, pukul 06.00. Batalyon Banteng Raiders menjadi Eselon I serbuan untuk merebut dan mengamankan lapangan terbang Baucau. Pengunduran waktu itu digunakan untuk lebih memantabkan Rentisrat ( Rencana Taktis Darat). Personel, perlengkapan, logistik, serta perbaikan stik dan pesawat telah di atur dengan sedemikian rapi dengan kordinasi matang dengan pihak AU. Rencana penerjunan “DUMMY” (boneka) dilaksanakan, sebelumnya penerjunan sesungguhnya dilakukan di tempat lain sebagai penipuan.

Lapangan Baucau melalui perkembangan dapat di rebut dalam kedaan utuh pada pukul 09.00, tanggal 10 Desember 1975, dengan catatan 14 orang luka karena jatuh (landing) di atas karang, kerugian musuh mati 1, 1 cuk LE, 1 cuk PSU, dengan 10 peti peluru dan 1 Ran Unimog.

Setelah sekitar satu bulan bertugas mengamankan lapangan Baucau, maka sesuai perintah Pangkogasbag No TR/011/I/1976 dipindah ken ke Dilli dengan status BP dan Ko HanKota Dilli. Di Kota Dilli di perintahkan Untuk merebut ketinggian-ketinggian untuk memperlebar Pertahanan  Kota, dengan berhasil baik yaitu merampas 2 Pucuk senjata dan menewaskan 5 orang musuh, kerugian nihil.

Tugas selanjutnya, Bantalyon Banteng Raiders BP Kopur yang tergabung dalam Satgas” DELIMA”, di perintahkan untuk merebut Kota Ermerah. Sesuai deengan RDG Pang KOPUR, Batalyon Banteng Raiders ditugaskan merebut Kota Basartete, Likuisa, dan maubara. Sebelum memasuki tempat embargasi ( Dilli ), masih di bebani tugas membersihkan daerah likuisa dan Dilli. Akhirnya Batalyon Banteng Raiders dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan sukses setelah mengalami beberapa penugasan dengan setatus BP. Pada tanggal 15 Juli 1976 kembali ke basis ( Semarang) dengan kerugian 7 anggota Banteng Riders gugur secara patriotik dan penuh heroisme.

6.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-2 TIMOR TIMUR TAHUN 1978-1979
Operasi Seroja 2 DILAKSANAKAN DI Timor timur dipimpin oleh Mayor Inf Martono DH NRP 20401.
Peristiwa gemilang yang terjadi, penyergapan Gunung Derox Complek. Pembebasan anggota Zipur I di Aiden Loran 1979.

Adapun kerugian 8 anggota Banteng Riders gugur secara patriotik dan penuh heroisme.

7.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-3 TIMOR TIMUR TAHUN 1981
Dipimpin oleh Letkol Inf Sulyana NRP 20827.
Adapun kerugian 2 anggota Banteng Riders gugur secara patriotik dan penuh heroisme

8.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-4 TIMOR TIMUR TAHUN 1984-1985
Dipimpin oleh Letkol Wahyu Widodo NRP 21242
Adapun kerugian 6 anggota Banteng Riders gugur secara patriotik dan penuh heroisme

9.    BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-5 TIMOR TIMUR TAHUN 1990-1991

Dipimpin oleh Letkol Inf Supiadin Widodo NRP 21242
Adapun kerugian 4 anggota Banteng Riders gugur secara patriotik dan penuh heroisme

10. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI RAJAWALI-1  TIMOR TIMUR TAHUN 1995-1996
Dipimpin oleh Kapten Inf Gregorius Suharso NRP 32233 dengan membawa 1 kompi yang didahului dengan latihan Pratugas di Pusdik Passus Baatujajar Bandung selama 3 Bulan, kemudian langsung berangkat ke Timor Timur dari pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Dilli.

11. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SEROJA-6 TIMOR TIMUR TAHUN 1997-1998
Dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Sularso NRP 29463. Dalam operasi ini Batalyon Banteng Raiders mengalami kerugian 2 Personel nya Gugur sebagai Kusuma Bangsa.

12. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI JAJAK PENDAPAT  TIMOR TIMUR TAHUN 1999
Di pimpin oleh Letnan Kolonel Inf Sukoco Maksum NRP 30042.
13. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI PAM RAWAN MALUKU UTARA 2000
Dipimpin oleh Letnan Kolonel Sukoso Maksum NRP 30042. Dalam operasi ini Batalyon Banteng Raiders mengalami kerugian 1 Personel nya Gugur sebagai Kusuma Bangsa.

14. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI RAJAWALI 1 ACEH 2001-2002
Dipimpin oleh Kapten Inf Agus Salim dan Kapten Inf Rusdian Parma karena Batalyon Inf Banteng Raiders Hanya mengirim kan 2 Kompi BR. Dalam operasi ini Batalyon Banteng Raiders mengalami kerugian 1 Personel nya Gugur sebagai Kusuma Bangsa
15. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI RAJAWALI 2 ACEH 2002-2003
Dipimpin Oleh Letnan Kolonel Inf Joppye Onesimus w Nrp 30806.
Dalam operasi ini Batalyon Banteng Raiders mengalami kerugian 3 Personel nya Gugur sebagai Kusuma Bangsa

16. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI RAWAN ACEH  2003-2005
Dipimpin Oleh Letnan Kolonel M. Nur Rahmad.
Tanggal 26 Desember 2003  697 personel Dipimpin Oleh Letnan Kolonel M. Nur Rahmad berangkat melaksanakn tugas operasi rawan Aceh. Setelah sebelumnya menjadi juara 1 parade Deville se Indonesia  peresmian 10 Batalyon RAIDERS di kemayoran Jakarta. Atas kemenangan itu 400/Raiders ( Banteng Raiders ) mendapat kehormatan berangkat Operasi ke Daerah Rawan Aceh Gelombng Pertama.

Dalam operarsi ini tidak hanya menghancurkan para GAM namun tugas kemanusiaan yang sangat mulia pun dilaksanakan tanggal 26 Desember 2004 Aceh dilanda Tsunami yang sangat Dahsyat Sejak saat itu Yonif 400/Raiders melkasanakan bahti TNI membantu Evakuasi mayat dan pembersihan tempat terjadinya tsunami semalam hampir 1 Bulan.
Dalam operasi ini Batalyon Banteng Raiders membawa nama harum   degan perolehan 40 pucuk senjata dan mengalami kerugian 1 Personel nya Gugur sebagai Kusuma Bangsa karena kecelakaan saat serpas menuju Aceh Utara Truk mengalami kecelakaan di daerah Selauwah.

17. BATALYON BANTENG RAIDERS DALAM OPERASI SANDHA GULTOR ACEH 2005-2005


TUGAS INTERNASIONAL BATALYON INFANTRI 400/RAIDERS

1.    Tahun 1956 satu Kompi banteng Raiders tugas ke Mesir bertugas sebagai pasukan Plisi PBB (UNEF) kontingen Garuda I di daerah GAZA/Timur Tengah.
2.    Tahun 1973 bertugas sebagai Kontingen Garuda IV/ICC di Vietnam dengan mengirimkan 1 PA yang profesional A.n Brigjen Widjojo
3.    Tahun 1973 bertugas sebagai Kontingen Garuda V/ICC di Vietnam dengan mengirimkan 1 PA dan 1 BA
4.    Tahun 1972 2 PA sebagai perwakilan personel sebagai perwakilan pasukan Garuda VII/ICCS ke Vietnam
5.    Tahun 15 Desember 1976 2 Pleton sebagai pasukan Kontingen Indonesia pasukan Garuda VII di Timur Tengah.
6.    Tanggal 16 Maret 1977 Pasukan Garuda VIII dengan Wakil Komandan Kontingen di jaabat oleh Danyon 401 Mayor Inf Ambar Suripto Sebanyak 407 orang Ke Suez Timur Tengah.
7.    Tahun 2011 4 orang TA Anggota Yonif 400/Raiders Berangkat Ke Libanon Sebagai Pasukan Perdamaian PBB.

PRESTASI BIDANG KEMILITERRAN YONIF 400/RAIDERS

1.    Juara 1 lomba Tertib Pekas se Indonesia tahun 1960.
2.    Juara-1 lomba disiplin Tata Tertib seluruh Indonesia tahun 1970.
3.    Klasifikasi “ A “ Penilaian Primkopad tahun 1970.
4.    Juara-1 Lomba to Tangkas Se Kodam VII/Diponegoro tahun 1982.
5.    Juara-1 AMD antar PKP seluruh Indonesia tahun 1982.
6.    Juara-1 Binsat se-Kodam VII/Diponegoro tahun 1982.
7.    Juara-1 Tonting YWPJ se-Kodam VII/Diponegoro tahun 1983.
8.    Juara-1 Lomba Tembak Perorangan dan Beregu Se-Kodam VII/Diponegoro tahun 1983.
9.    Juara-1 Tri Lomba Juang 45 Km sejawa Tengah tahun 1985.
10. Juara-1 lomba Tembak Beregu Kwartal-1 se-Kodam IV/Diponegoro  tahun 1985.
11. Juara-1 Tembak Beregu HUT Armed se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1985.
12. Juara-1 Tembak Beregu HUT Zeni se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1985.
13. Juara-1 Tembak Beregu HUT Infanteri se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1985.
14. Juara-1 Tembak Beregu Kwartal-2 se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1986.
15. Juara-1 Tembak Beregu Kwartal-3 se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1986.
16. Juara-1 Lomba Binsat se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1986.
17. Juara-1 Tembak Beregu HUT Zeni se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1986.
18. Juara-1 Tembak Beregu Zeni se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
19. Juara-1 Tembak Beregu HUT Kaveleri se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
20. Juara-1 Lomba Binsat se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
21. Juara-1 Oraum/Oramil se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
22. Juara-1 Lomba Tembak HUT Artileri se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
23. Juara-1 Lomba Parade/Devile se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
24. Juara-1 Lomba Tembak HUT Infanteri   se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1987.
25. Juara-1 Lomba Binsat se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1988.
26. Juara-1 Lomba Cros Cauntri Hut TNI tahun 1989.
27. Juara-1 Lomba Parade Devile tahun 1989.
28. Juara-1 Lomba Halang Rintang HUT TNI tahun 1989.
29. Juara-1 Lomba Menembak Cepat HUT Infanteri tanhun 1989.
30. Juara-1 Lomba Marathon 10 Km tahun 1989.
31. Juara-1 Lomba Ton Ting YWPJ tahun 1989.
32. Juara Umum Lomba Binsat Se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1989
33. Juara-1 Lomba Binsat Se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1990.
34. Juara-1 Lomba Binsat Se-Kodam IV/Diponegoro tahun 1992.
35. Yonif terbaik dalam latihan BTP tahun 1992-1993 di batu Raja Sumatra Selatan.
36. Juara-1 Lomba Penilaian Satpur/Banpur dalam pelaksanaan fungsi Staf Semester-1 Progja tahun 1994-1995 Satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro.
37. Juara-1 Lomba Halang Rintang Hut Infanteri tahun 1995.
38.  Juara Umum HUT TNI ke-52 tahun 1996.
39. Juara umum Hut Infanteri tahun 1996.
40.  Juara Umum Lomba Oraum Oramil HUT Kodam IV/Diponegoro tahun 1997.
41.  Juara-1 Lomba penghantar Tontinf YWPJ tahun 2000-2001.
42. Juara-14 dari 27 peserta ( 18 negara ) Lomba lari marathon SAA Singapura tahun  2001.
43. Juara-5 Lomba  Marathon Nasional Malang tahun 2002.
44. Juara-1  lomba lari 10 km HUT Kostrad ke-41 tahun 2002.
45. Juara-3 Lomba Tontangkas TNI-AD tahun 2002
46. Juqrq-1 Lomba Parade/Devile haru Juang Kartika tahun 2003
47. Juara-4 lomba lari 10 K HUT TNI ke 60 Kesat tahun 2005.
48. Juara-2 Lomba Ton Kes Yonif HUT TNI ke 60 kesat tahun 2005
49. Juara-1 Lomba 10 K HUT TNI ke-60 tahun 2005.
50. Juara-1 Lomba 10 K HUT TNI ke-60 tahun 2005.
51. Juara-1 lomba Binsat Kodam IV/Diponegoro tahun 2005.
52. Juara-1 dan 2 Tonting YWPJ tahun 2005.
53. Juara-2 Renang Militer HUT TNI tahun 2005.
54. Juara Umum Oraum Oramil HUT Kodam IV/Diponegoro ke- 56 tahun 2006.
55. Juara Umum Lomba Tembak Satput/Banpur Hut Kodam IV/Diponegoro ke-56 tahun 2006
56. Juara -1 Renang Militer HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006.
57.  Juara -1 Renang Militer perorangan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006.
58. Juara -2 Renang Militer perorangan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006.
59. Juara -3 Renang Militer perorangan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006.
60. Juara-1 Tembak Pistol Satpur/banpur HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006.
61. Juara-1 Tembak So Satpur/Banpur HUT Kodam IV/Diponegoro ke-56  tahun 2006
62. Juara-1 Tembak Pistol Eksekutif perorangan HUT TNI ke 61 tahun 2006
63. Juara-2 Ton kes Yonif Hut ke 61 Sesad tahun 2006.
64. Juara-1 Lomba Binsat Hut Kodam IV/Diponegoro ke 26
65. Juara Umum Oraum Oramil HUT Kodam IV/Diponegoro ke 57 tahun 2007
66. Juara 2 Kejurnas taekwondo Militer dan Mahasiswa dalam Rangka raider Cup 2007.
67. Juara -1 lari 10-K dalam rangka hari jadi Kota Semarang.
68. Juara 1 Atletik HUT Kodam IV/Diponegoro ke 58 tahun 2008.
69. Juara 1 Sepak Bola HUT Kodam IV/Diponegoro ke 58 tahun 2008
70.  Juara 1 renang Militer HUT Kodam IV/Diponegoro ke 58 tahun 2008
71. Juara Umum HUT Kodam IV/Diponegoro ke 58 tahun 2008
72. Juara 2 Taekwondo Kopasus Open di Bogor tahun 2008
73. Juara 1 Lomba Tembak Pistol Piala kasdam IV/Diponegoro tahun 2008
74. Juara 1 Lomba Tinju kelas 75 kg Porad  VI TA. 2009
75. Juara 3 Lomba Ton kes Yonif Antar Kotama tahun 2009
76. Juara 1 Lomba Binsat kodam IV Diponegoro tahun 2010.




           



4 komentar:

  1. Salam Komando..
    saya mahasiswa PTS di Semarang,,tertarik dengan profil pasukan Batalyon 400/Raider. jika berkenan saya minta referensi buku profil kesatuan Batalyon 400/Raider untuk skripsi. mohon bantuannya. Terima Kasih.

    BalasHapus
  2. kurang lengkap

    BalasHapus
  3. Salam. saya mahasiswi dari UIN sunan Kalijaga, Yogyakarta. Jurusan Sejarah dan kebudayaan Islam, kebetulan asal Tegal. Saya tertarik denga posting saudara dalam pemaparan penumpasan terhadap NII. Saya ingin mengangkat skripsi NII di Tegal. Mohon bantuan dari saudara. Terima Kasih. Nanda

    BalasHapus